Zikir dan Doa Setelah Shalat

Membaca Wirid Zikir setela shalat, doa setela shalat, bacaan zikir doa setelah pendek atau panjang sesudah shalat lima waktu dianjurkan sesuai sunnah.

Shalat Wajib

Manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepadaNya. Ibadah yang paling utama adalah shalat lima waktu. Wajib hukumnya bagi umat islam yang telah memenuhi syarat yaitu Islam Baligh dan Berakal untuk menunaikan shalat.

Kewajiban shalat bagi muslim diibaratkan dengan tiang, dimana ketika shalat berarti ia mendirikan tiang, dan sebaliknya, apabila meninggalkannya berarti ia merobohkan tiang tersebut.

Shalat wajib bagi umat islam yang difardhukan yaitu :

  1. Subuh
  2. Dzuhur
  3. Ashar
  4. Magrib
  5. Isya

Dan terkhusus bagi kaum muslimin, orang islam laki-laki diwajibkan untuk melaksanakan shalat jumat.

Sebagai suatu kewajiban, shalat lima waktu mengandung banyak sekali keutamaan dan manfaat yang apabila dilakukan. Tentunya, yang paling utama yaitu mendapatkan ridha Allah SWT.

Kalaulah sudah mendapatkan ridha dari Allah, maka insyaAllah segala doa dan keinginan kita akan di ijabah oleh-Nya. Dan diakhirat nanti akan dikumpulkan Bersama-sama orang shalih.

Dalam beribadah kepada Allah cukupkah hanya dengan menunaikan kewajiban saja?, tentu saja tidak, kita perlu melakukan ibadah sunnah lainnya, seperti zikir dan doa setelah shalat.

Keutamaan Wirid Zikir dan doa Setelah Shalat

ZIkir setelah shalat atau biasa kita sebut wirid sangatlah dianjurkan. Rasululloh SAW menggambarkan orang yang berdzikir ialah orang yang hidup, sedangkan orang yang tak melakukan zikir diumpamakan seperti orang yang mati. Perumpamaan itu bisa kita lihat dalam hadit riwayat Imam Bukhari. Begitulah pentingnya zikir sesuai sunnah Nabi.

Adapun zikir, bisa dilakukan kapan saja, secara lisan maupun didalam hati. Salah satunya yaitu zikir sesudah shalat. Kemudian setelah berzikir barulah membaca doa setelah shalat.

Dasar kuat berupa dalil dari sejumlah Hadits nabi menganjurkan selepas shalat untuk meluangkan waktu sebentar guna ber-zikir dan ber-doa. Amalan wirid setelah shalat ini menjadi rutinitas oleh asshalafus shalih.

Zikir memiliki banyak sekali keuatamaan, zikir merupakan salah satu amal saleh yang dapat dengan mudah dilakukan oleh manusia. Diakhirat kelak, tak ada yang dapat menolong kita kecuali amal shaleh. Karenanya, setinggi apapun derajat social kita di dunia, itu tak akan menolong dan berguna.

Untuk menambah pundi-pundi amal shaleh, sebaiknya se-usai shalat janganlah langsung beranjak dahulu, biasakan diri untuk sejenak berzikir dan berdoa. Zikir dan doa setelah shalat sangatlah mudah untuk dilakukan, meskipun ringan, ganjaran pahala dari berzikir dan doa sangatlah besar.

Salah satu riwayat hadits nabi yang menggambarkan keutamaan berzikir berbunyi seperti berikut ini :

قال صلى الله عليه وسلم من سبح دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين وحمد ثلاثا وثلاثين وكبر ثلاثا وثلاثين وختم المائة بلا إله إلا الله لاشريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير غفرت ذنوبه ولو كانت مثل زبد البحر

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,’” (HR. Malik)

Begitulah keutamaan zikir, hanya dengan melafalkan baik secara lisan maupun hati, kalimat tasbih-tahmid-takbir masing-masing sebanyak 33 kali, dosa-dosa kita akan diampuni, meskipun dosa tersebut sebanyak buik dilautan.

Dalam kitab al-Adzkar karangan Imam Nawawi menjelaskan bahwa ulama telah bersepakat bahwa sunnah hukumnya untuk berzikir setelah shalat, yang berlandaskan dalil hadits-hadits shahih dengan jenis bacaan zikir dan doa yang beragam.

Susunan Zikir dan Doa SetelahShalat

Dengan membaca keutamaan zikir diatas, tentu saja membuat kita sadar, bagaimana besarnya ganjaran zikir dan doa tersebut. Dan berikut ini hijaiyyah rangkum beberapa amalan zikir dan doa setelah shalat sesuai sunnah lengkap dengan lafal Bahasa Arab, Latin Indonesia dan Artinya.

Adapun susunan dzikir dan doa sesuai sunnah ini disusun oleh KH Muhammad bin Abdullah Faqih (rahimahullah) pengasuh Ponpes Langitan Tuban, dirangkum dengan mengutip dari Majmu’ah Maqru’ah Yaumimam wa Usbu’iyyah bacaan dari hadits dan dalam kitab Bidayatul Hidayah.

Bacaan Zikir Setelah Shalat Bahasa Arab, Transliterasi Latin Indonesia dan Artinya

1. Membaca istighfar 3 kali :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣ .

Bacaan Latin : Astaghfirullohal adziim, alladzii laailaha illaa huwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih (3 X)

artinya : “Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung , tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah , dzat yang maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluknya tiada henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

2. Membaca kalimat pujian dan doa selamat kepada Allah (1 x):

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

Bacaan latin : Allahumma antas salaam, waminkas salaam, wa ilaika ya’uudus salaam fakhayyinaa robbanaa bis salaam, wa adkhilnaal jannata daaros salaam, tabaarokta robbanaa wa ta’aalaita yaa dzaljalaali wa alikroom.

artinya : Ya Allah, engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya darimu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepadamua lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang berkah wahai Tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami yang Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

3. Lalu membaca doa berikut ini (1 x):

اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Bacaan Latin : Allahumma laa mani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa roooddalimaa qodoita wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal ljaddu.

Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan

4. Kemudian membaca doa agar selalu ingat zikir, syukur dan beribadah (1X) :

اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

(HR Abu Dawud)

Bacaan latin: Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa khusni ‘ibaadatika

Artinya : “Ya Allah Bantulah aku untuk mengingat Mu bersyukur kepada Mu dan memperbaiki ibadahku kepada Mu“

5. Membaca kalimat tahlil :

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

(dibaca tiga kali tiap selesai shalat fardhu, khusus setelah maghrib dan shubuh sepuluh kali)

Bacaan latin : laailaha illaa allahu wakhdahu laa syariiklahu, lahu ulmulku walahu ulkhamdu yukhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syaiim qodiir.

Artinya : Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

6. Membaca doa perlindungan dari api neraka :

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

(tujuh kali bakda maghrib dan shubuh)

Bacaan latin : Allahumma ajirnii mina annaar.

artinya : Ya Allah jauhkan aku dari api neraka

7. Membaca Ayat Kursi:

Ayat Kursi
Ayat Kursi

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

Bacaan Latin: a’uudzu billahi minasysyaithoni irrojiim, bismillaahir rohmaani rrohiim. allahu laa ilaha illaa huwal khayyul qoyyuu, laa takhuzhuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ maa fis-samaawaati wa maa fil-arḍ, man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭụna bisyaiim min ‘ilmihii illaa bimaa syaa, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-arḍ, wa laa yaụduhụ ḥifẓuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓiim

artinya : aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

8. Membaca akhir Surat al-Baqarah ayat 285-286 :

surat-albaqarah-ayat-285-286-amana-rasulu
surat-albaqarah-ayat-285-286-amana-rasulu

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ، كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ، وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا، لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

Bacaan latin : aamanar-rasụlu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal-muminụn, kullun aamana billāhi wa malaaikatihii wa kutubihii wa rusulih, laa nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qaalụ sami’naa wa aṭa’naa gufraanaka rabbanaa wa ilaikal-maṣiir

artinya : Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

9. Disambung dengan penggalan dari Surat Ali Imran:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ، قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ، إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Ali-Imran ayat 18-19, 26-27

bacaan latin : Syahidallaahu annahụ laa ilaaha illaa huwa wal-malaaikatu wa ulul-‘ilmi qaaimam bil-qisṭ, laa ilaaha illaa huwal-‘aziizul-ḥakiim, innad-diina ‘indallaahil-islaam, qulillaahumma maalikal-mulki tu’til-mulka man tasyaa’u wa tanzi’ul-mulka mim man tasyaa’u wa tu’izzu man tasyaa’u wa tudzillu man tasyaa’, biyadikal-khaiir, innaka ‘alā kulli syai’ing qadiir, tụlijul-laila fin-nahaari wa tụlijun-nahaara fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyaa’u bigairi ḥisaab

artinya : Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

10. Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas, lalu Surat al-Fatihah

surat-al-ikhlas
Surat An-Nas
Surat An-Nas
surat alfalaq
surat-alfalaq

11. Membaca tasbih, tahmid, dan takbir :

سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣ اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣ اَللهُ اَكْبَرْ ×

Bacaan latin : Subhanallah 33 kali , alhamdulillah 33 kali dan allahuakbar 33 kali.

artinya : mahasuci Alla, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar

12. Membaca penutup takbir dan tahlil :

اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِا للهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ. أَفْضَلُ ذِكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ

bacaan latin : allahuakbar, kabiroo walhamdu lillahi katsirow wasubhaana Allahibukrotaw wasiilaa. laailaha illa illahu wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu, wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. afdhalu dzikri fa’lam annahuu laa ilaha illa allaah.

Baca tahlil 33 kali minimal.

setelah membaca wirid diatas, dilanjutkan membaca doa. sesuai dengan hajat masing-masing. berikut ini beberapa contoh doa setelah shalat.

Doa Setelah Shalat Bahasa Arab, Transliterasi Latin Indonesia dan Artinya

doa setelah shalat
doa setelah shalat

Setelah menunaikan shalat, selain wirid zikir, doa sangatlah dianjurkan. Adapun doa setelah shalat, sebaiknya di awali dengan lafaz hamdalah, shalawat kepada Nabi.

seperti yang telah disinggung diatas, berdoalah sesuai hajat dan sebaiknya ditambah dengan doa yang secara global berisi tentang untuk kebaikan diri, orang tua, dan umat islam lainnya. agar baik didunia maupun diakhirat.

simak susunan doa setelah shalat berikut ini :

  1. Membaca hamdalah
  2. shalawat nabi
  3. isi doa
  4. ditutup dengan shawlawat nabi.

Bacaan doa setelah shalat

بسم الله الرحمن الرحيم
ألحمد لله رب العالمين اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Bacaan latin : Bismillaahirohmaanirrohiim. Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa’alaa aali sayyidina Muhammad.

١. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

Bacaan latin : Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa min jamii’il haajaat. Wa tuthohhirunaa bihaa min jamii’is sayyi_aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad_darojaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshol ghooyaat. Min jamii’il khoirooti fil hayaati wa ba’dal mamaat.

artinya : Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kami dari semua bahaya, yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan hajat kami, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kesalahan kami, Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat derajat kami, Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kami kepada kesempurnaan semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

٢. اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ.

Bacaan Latin : Allaahumma innaa nas_aluka salaamatan fid_diin. Wa ‘aafiyatan fil jasadi. Wa ziyaadatan fil ‘ilmi. Wa barakatan fir_rizqi. Wa taubatan qoblal maut. Wa rahmatan ‘indal maut. Wa maghfirotan ba’dal maut.

Ya Allah kami meminta kepadamu keselamatan Agama, kesehatan jasmani, tambahan Ilmu, keberkahan dalam rizqi, Taubat sebelum mati, Rahmat ketika hendak mati dan Ampunan setelah mati.

٣. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Bacaan latin : Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut. Wan_najaata minan_naari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Ya Allah, ringankanlah kami ketika sedang sakaratul Maut, selamatkan dari api neraka, dan ampunilah ketika sedang proses hisab.

٤. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

Bacaan latin : Robbanaa laa tuzigh qulubanaa ba’da idz_hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmah. Innaka antal wahhaab.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang pada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).

٥. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Bacaan latin : Allaahummaghfirlii dzunuubi waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii soghiiroo.

Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan belas kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berbelas kasih kepadaku di waktu aku kecil.

٦. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Bacaan latin : Robbanaa aatinaa fid_dun_yaa hasanah wafil aakhiroti hasanah waqinaa adzaaban_naar.

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

Bacaan latin : Washollallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.