Tahiyat

Tahiyat – Shalat merupakan Ibadah utama bagi umat Islam. diibaratkan sebagai tiangnya. Menunaikan shalat berarti mendirikan tiang Agama, dan meninggalkan shalat berarti meruntuhkan tiang Agama. Shalat secara defenisi yaitu bacaan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam.

Dalam shalat terdapat tatanan cara yang sudah diajarkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan ditetapkan sejak dahulu. Nabi Muhammad berkata, shalatlah kalian sebagaimana melihat (tata cara) shalat Ku. lalu bagaimana dengan kita umat akhir zaman yang tidak berjumpa dengan Nabi untuk melakukanshalat yang benar?.

Tentu saja dengan belajar Ilmu Shalat yang benar. Melalui kitab-kitab karangan ulama kita terdahulu yang berlandaskan Al-Quran dan Hadits. Begitu juga dengan pembahasan Hijaiyyah pada kali ini, yaitu mengenai Bacaan Tahiyat (Tasyahud) yang benar.

Tasyahud atau dikenal juga dengan tahiyat merupakan salah satu rukun qouliyah didalam shalat. yang berarti meninggalkannya berimplikasi tidak sahnya salat. Namun, yang perlu digaris bawahi, hanya tasyahud (tahiyat) akhirlah yang termasuk rukun, sedangkan tasyahud awal termasuk dalam sunnah ab’ad. Yaitu apabila meninggalkannya tidak membatalkan salat, namun dianjuran untuk sujud sahwi. Baca sunnah ab’ad : Doa Qunut

Tahiyat Awal

Tahiyat awal dilakukan pada raka’at kedua pada shalat yang rakaatnya lebih dari dua. Misalnya pada shalat Maghrib, Isya, Dzuhur dan Ashar. Tak hanya berbeda hukumnya, Pada bacaan dan tata cara duduknya pun tahiyat awal berbeda dengan tahiyat akhir.

Cara duduk Tahiyat Awal

Duduk pada tahiyat awal dikenal dengan sebutan duduk iftirasy. Yaitu posisi duduk kaki kiri menempel dilantai menjadi tumpuan duduk dan kaki kanan tegak. Penertian tersebut senada dengan yang dijelaskan dalam kitab fathul muin :

(ุงูุชุฑุงุด) ุจุฃู† ูŠุฌู„ุณ ุนู„ู‰ ูƒุนุจ ูŠุณุฑุงู‡ ุจุญูŠุซ ูŠู„ูŠ ุธู‡ุฑู‡ุง ุงู„ุงุฑุถ

artinya : Iftirasyi adalah cara duduk di atas mata kaki kiri yang atas menempel pada lantai.

Lebih lanjut, dalam fathul muin juga menjelaskan hukum duduk iftirasyi yaitu sunnah. Sunnah duduk iftirasy dilakukan pada duduk diantara dua sujud, tahiyat awal dan duduk istirahat.

Ketentuan sunnah selanjutnya mengenai duduk pada tahiyat awal atau iftirasy yaitu dengan menekuk/melipat ujung jari-jari kaki kanan menghadap ke kiblat. Karenanya, apabilda dalam duduk iftirasy pada tahiyat awal tidak melipat jari-jari kanan, tidak batal shalat seseorang. Hanya saja kesunnahannya berkurang.

Duduk iftirasy juga memiliki hikmah, yaitu merupakan cara duduk paling sopan yang melambangkan kerendahan diri seorang hamba ketika shalat. Dengan demikian duduk iftirasy sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, selain untuk kesempurnaan sunnah, dan menggapai hikmah.

Dalam kitab Hasyiyah i’anah at-Thalibin menerangkan :

ู„ุญูƒู…ุฉ ููŠ ุฐู„ูƒ ู…ู†ุน ูŠุฏูŠู‡ ู…ู† ุงู„ุนุจุซุŒ ูˆุฃู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ู‡ูŠุฆุฉ ุฃู‚ุฑุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุชูˆุงุถุน

โ€œHikmah dari pelaksanaan duduk Iftirasy adalah mencegah kedua tangan dari bermain-main dan duduk dengan keadaan demikian lebih dekat untuk merendahkan diriโ€

(Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, Hasyiyah Iโ€™anah at-Thalibin, juz 1, hal. 196)

Bacaan Tahiyat Awal

Pada tasyahud awal disunnahkan membaca bacaan tahiyat dan dilanjutkan dengan membaca shalawat. dan dimakruhkan membaca doa sesudah tasyahud awal, karena dianjurkan untuk mempercepat tasyahud awal. Berikut ini selengkapnya lafal bacaan tahiyat awal :

bacaan tasyahud tahiyat awal
Gambar bacaan tasyahud tahiyat awal

Bacaan Tahiyat Awal Bahasa Arab

ุงู„ุชู‘ูŽุญููŠู‘ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŽุงุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุงูŽู„ู„ูŽู‡ูู… ุตูŽู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ุฏู

Bacaan Tahiyat Awal Latin Bahasa Indonesia

Attahiyyatul mubarokatush sholawatut toyyibatu lillah.

Assalaamu โ€˜alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokatuh.

Assalaamu โ€˜alaina wa โ€˜ala โ€˜ibadillahish sholihin.

Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan โ€˜abduhu wa rosuluh.

Allahumma shalli โ€˜ala saidinaa muhammad wa โ€˜ala ali saidinaa muhammad

Arti Bacaan Tahiyat Awal

Segala penghormatan yang penuh berkah, segenap salawat yang penuh kesucian, (semuanya) adalah milik Allah. Salam padamu wahai para Nabi, beserta rahmat dan berkah Allah. Salam bagi kami, dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga Allah memberikan shalawat bagi junjungan kami, Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad

Tahiyat Akhir

Bacaan tahiyat akhir termasuk dalam rukun qouliyah shalat, sehingga meninggalkan tasyahud akhir menyebabkan shalat tidak sah. Tahiyat akhir dilakukan pada rakaat terakhir shalat yang diiringi dengan salam.

Cara duduk tasyahud akhir

Pada duduk di tasyahud akhir dikenal dengan sebutan tawaruk. Secara posisi duduknya hampir sama dengan duduk iftirasy, hanya saja kaki kiri tidak dijadikan tumpuan, melainkan dijulurkan kebawah kaki kanan, dan pantat menempel pada lantai.

Sama halnya dengan duduk iftirasy, Pada duduk tawaruk juga dianjurkan untuk melipat ujung jari-jari kaki kanan menghadap kiblat. Dan hukumnya itu sunnah mengikut duduk tawarruk itu sendiri. Sehingga meninggalkan melipat jari tidak sampai membatalkan shalat. namun berkurang kualitas sunnah saja.

Lalu bagaimana dengan orang yang uzur disebabkan sakit kakinya, apakah disunnahkan juga pada saat duduk iftirasy dan tawarruk tahiyat melipat jari-jari?. Jawabannya adalah sebaiknya duduk dengan cara yang paling memungkinkan. Shalatnya tetap dihitung sah, sebab melipat jari-jari bukan termasuk dalam syarat sahnya shalat.

Mengenai posisi duduk didalam shalat sebenarnya tidak ditentukan secara pasti. Dalam kitab al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab dijelaskan :

ู€ (ูุฑุน) ู‚ุงู„ ุฃุตุญุงุจู†ุง ู„ุง ูŠุชุนูŠู† ู„ู„ุฌู„ูˆุณ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ูˆุงุถุน ู‡ูŠุฆุฉ ู„ู„ุฅุฌุฒุงุก ุจู„ ูƒูŠู ูˆุฌุฏ ุฃุฌุฒุฃู‡ ุณูˆุงุก ุชูˆุฑูƒ ุฃูˆ ุงูุชุฑุด ุฃูˆ ู…ุฏ ุฑุฌู„ูŠู‡ ุฃูˆ ู†ุตุจ ุฑูƒุจุชูŠู‡ ุฃูˆ ุงุญุฏุงู‡ู…ุง ุฃูˆ ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ู„ูƒู† ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ุชูˆุฑูƒ ููŠ ุขุฎุฑ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุงูุชุฑุงุด ููŠู…ุง ุณูˆุงู‡

artinya : โ€œCabang permasalahan. Para ashab (ulama Syafiโ€™iyah) berkata โ€˜duduk pada keadaan-keadaan ini tidak ditentukan cara yang dapat mencukupi. Bahkan, bagaimanapun dia duduk maka dianggap cukup, baik dengan duduk tawarruk, iftirasy, menyelonjorkan kakinya, mengangkat kedua lutut atau salah satunya, ataupun dengan cara duduk yang lain. Tetapi cara yang disunnahkan adalah duduk tawarruk di akhir shalat (tahiyyat akhir) dan duduk iftirasy pada duduk selain tahiyyat akhir.โ€

(Syekh Yahya bin syaraf an-Nawawi, al-Majmuโ€™ ala Syarh al-Muhadzab, juz 3, hal. 450)

Bacaan Tahiyat Akhir

Bacaan tahiyat akhir dan shalawat termasuk rukun qauli baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Pengecualian pada shalat jenazah. Karena tidak ada tasyahud pada pelaksanaan shalat jenazah tersebut.

Karena termasuk rukun, bacaan tahiyat akhir haruslah dilakukan dengan benar. berikut ini teks bacaan tahiyat akhir selengkapnya.

bacaan tasyahud tahiyat akhir
Gambar bacaan tasyahud tahiyat akhir

Bacaan Tahiyat Akhir Bahasa Arab

ุงู„ุชูŽู‘ุญููŠูŽู‘ุงุชู ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŽุงุชู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ุทูŽู‘ูŠูู‘ุจูŽุงุชู ูู„ู„ู‡ู ุŒ ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒุงูŽุชูู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญููŠู’ู†ูŽ . ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ุจู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูููŠู’ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏ

Kemudian diikuti dengan doa dan salam

ุงูŽู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ูย ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ย ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูย ุงู„ู„ู‡

Bacaan Tahiyat Akhir Bahasa Indonesia

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah,

Assalaamuโ€™alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh,

Assalaamuโ€™alainaa waโ€™alaa โ€˜ibaadillaahish shaalihiin.

Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah.

Allahhumma shalli โ€˜alaa saidinaa Muhammad wa ‘alaa aali saidinaa Muhammad,

kamaa shallaita ‘alaa saidinaa Ibraahim, wa ‘alaa aali saidinaa Ibraahim.

Wabaarik โ€˜alaa saidinaa Muhammad, wa ‘alaa aali saidinaa Muhammad,

kamaa baarakta ‘alaa saidinaa Ibraahim, wa ‘alaa aali saidinaa Ibraahim.

Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

Arti Bacaan Tahiyat Akhir

Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. โ€œ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. โ€œ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia

Doa sesudah Tasyahud

Pada tasyahud akhir, disunnahkan membaca doa sesudah selesai membaca rukun qouliyah yaitu tahiyat akhir dan shalawat. Dalam kitab fathul muin, Syech Zainuddin al-Malibarri menjelaskan :

ูˆุณู† ููŠ ุชุดู‡ุฏ ุฃุฎูŠุฑ ุฏุนุงุก ุจุนุฏ ู…ุง ุฐูƒุฑ ูƒู„ู‡ุŒ ูˆุฃู…ุง ุงู„ุชุดู‡ุฏ ุงู„ุฃูˆู„ ููŠูƒุฑู‡ ููŠู‡ ุงู„ุฏุนุงุก ู„ุจู†ุงุฆู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุชุฎููŠูุŒ ุฅู„ุง ุฅู† ูุฑุบ ู‚ุจู„ ุฅู…ุงู…ู‡ ููŠุฏุนูˆ ุญูŠู†ุฆุฐ

Artinya, โ€œDisunahkan pada tasyahud akhir berdoa setelah membaca doa tahiyat akhir seluruhnya. Sementara pada tasyahud awal makruh berdoa (setelah selesai baca doa tahiyat) karena tujuannya untuk meringankan (mempercepat), kecuali kalau imam belum selesai tasyahud awal. Dalam kondisi itu dibolehkan berdoa,โ€

(Lihat Syekh Zainuddin Al-Malibari,ย Fathul Muโ€™in, Jakarta, Darul Kutub Islamiyyah, 2009 M, halaman 47).

Adapun bacaan doa sunnah sesudah tahiyat adalah doa ma’tsur dan doa memohon ampunan dari perbuatan dzalim dari hadit riwayat imam bukhari. lafalnya berikut ini :

Bacaan Doa Ma’tsur

ุฃูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู…ูŽุงุชู ูˆูŽู…ูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠู’ุญู ุงู„ุฏูŽู‘ุฌูŽู‘ุงู„

Latin : Allรขhumma innรฎ aโ€™รปdzubika min adzรขbil qabri wa min โ€˜adzรขbin nar, wa min fitnatil mahyรข wal mamรขt wa min fitnatil masรฎhid Dajjรขl.

Artinya, โ€œYa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur, siksa api neraka, fitnah kehidupan dan kematian, serta berlindung dari fitnah dajjalโ€

Bacaan Doa Memohon Ampunan dari Perbuatan Dzalim

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณููŠ ุธูู„ู’ู…ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูƒูŽุจููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐูู‘ู†ููˆุจูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽุŒ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏููƒูŽุŒ ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ููŠ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆุฑู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

Allรขhumma innรฎ zhalamtu nafsรฎ zhulman katsรฎran kabรฎran wa lรข yaghfirudz dzunรปba illรข anta, faghfir lรฎ maghfiratan min โ€˜indika, warhamnรฎ innaka antal ghafรปrur rahรฎm.

โ€œYa Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, tidak ada yang mengampuni dosa selain engkau. Ampunilah aku dengan ampunan di sisi-Mu dan kasihilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ€

HR. Bukhari

Adapun setelah membaca doa yang disunnahkan setelah bacaan tahiyat akhir ini selanjutnya membaca salam yang termasuk dalam rukun qouliyah didalam shalat.

Demikian, itulah pembahasan lengkap kita mengenai duduk tasyahud dan bacaan tahiyat awal dan akhir. dilengkapi dengan bahasa arab, latin indonesia dan juga artinya. semoga bermanfaat.

Wallahu ‘alam Bisshawaab.

(Putri)