Bacaan Rukuk Shalat

Rukuk merupakan salah satu dari rukun shalat. Rukuk yang shahih Dilakukan sehabis membaca ayat al-Quran dan takbir intiqal, dalam posisi ruku’ disunnahkan untuk membaca bacaan zikir tasbih dan doa. Maka dari itu harus dilakukan dengan baik dan benar, mengikuti tuntunan sunnah.

Rukuk dalam shalat

Rukuk ( رُكوع‎) merupakan gerakan membungkuk dengan bagian punggung rata dan kedua tangan bertumpu pada bagian lutut dalam shalat, Kemudian diikuti bacaan tasbih dan doa. karena termasuk dalam rukun shalat, rukuk ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak shalat menjadi tidak sah. Dengan catatan jika meninggalkan rukuk dalam keadaan lupa, maka wajib untuk mengganti rakaat yang ditinggalkan rukuk dan melakukan sujud sahwi.

Dalam suatu riwayat, ketika ada seorang sahabat yang belum pandai cara menuanaikan shalat, dan Nabi pun mengajarkan bagaimana melakukan shalat yang baik dan benar, rasullah bersabda :

إذا قمت إلى الصلاة فكبر واقرأ ما تيسر معك من القرآن، ثم اركع حتى تطمئن راكعا

Jika engkau hendak shalat, bertakbirlah dan bacalah apa yang engkau mampu dari Al Qur’an, lalu rukuk dengan tuma’ninah…” (HR. Bukhari 757, Muslim 397).

Seperti yang telah disebutkan dalam paragraf awal, meninggalkan rukuk maka shalat seseorang menjadi tidak sempurna dan tidak sah.

mengenai perkara rukuk ini, Allah SWT berfirman dalam al-Quran, surat al-Hajj ayat 77 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“wahai orang-orang yang beriman, rukuk dan sujudlah, dan sembahlah Rabb kalian, dan kerjakanlah kebaikan, semoga kalian beruntung”

Mengintisarikan maksud kalamUllah diatas, yang menyebut rukuklah dan sujudlah, Al-Alusi dalam kitab Ruhul Ma’ani berpendapat bahwa penggunaan kata rukuk dan shalat dalam ayat tersebut menandakan bahwa Rukuk dan Sujud merupakan rukun agung didalam shalat.

Kapan Gerakan Rukuk dilakukan?

Dari hadits riwayat Bukhari diatas, menerangkan bahwa gerakan rukuk itu dimulai setalah membaca ayat dan takbir intiqal.

Dan dalam riwayat hadits lain Rasulullah sebelum rukuk bertakbir dan kemudia ketika mengangkat punggungnya rasulullah mengucapkan Sami’Allahu limanhamidah’. Berikut ini haditsnya :

كان رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إذا قام الى الصلاةِ ، يُكبِّرُ حين يقومُ ، ثم يُكبِّرُ حين يركعُ ، ثم يقولُ: سَمِعَ اللهُ لمن حمدَه

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam ketika shalat, beliau bertakbir saat berdiri, kemudian bertakbir ketika akan rukuk dan mengucapkan: ‘sami’allahu liman hamidah’, yaitu ketika ia mengangkat punggungnya dari ruku. (HR Bukhari No. 789).

Lalu bagaimana mulai rukuknya seseorang ketika menjadi makmum dalam shalat berjamah, dimana makmum tidak membaca ayat al-Quran melainkan hanya alfatihah dan mendengar bacaan ayat imam?.

Dalam hal ini, Hadits Riwayat Imam Bukhari No. 378 menjelaskan sebagai berikut :

“sesungguhnya dijadikan seorang imam dalam shalat adalah untuk diikuti. Jika imam bertakbir maka bertakbirlah, jika ia ruku, maka rukuklah…” (HR. Al Bukhari no.378, Muslim no. 411).

Seperti yang dikuti dari laman Muslim, Huruf ف (fa) dalam فاركعوا menunjukkan adanya tartiib (urutan). Maka dipahami dari hadits ini bahwa setelah imam rukuk barulah setelah itu makmum rukuk. Artinya makmum tidak boleh menyamai gerakan rukuk imam.

Posisi Badan Saat Rukuk

Bagaimana posisi badan saat rukuk yang shahih?. Berikut ini posisi anggota badan saat rukuk berdasarkan dalil dari riwayat hadits:

  1. Posisi Badan Membungkuk
  2. Posisi badan tegak lurus dengan kaki, tidak miring dan terlalu bungkuk
  3. kepala sejajar dengan punggung, tidak mendongak dan tidak menunduk.
  4. Tangan diletakkan di lutut, bukan dipaha atas maupun bawah.
  5. Jari-jari direnggangkan
  6. Pandangan mata melihat atau memandang arah temoat sujud.

Bacaan saat rukuk

Bacaan Tasbih dan Doa saat rukuk
Gambar Bacaan Saat Rukuk Shalat

Bacaan Saat Rukuk Bahasa Arab

Adapun bacaan saat rukuk zikir tasbih yang biasa kita baca yaitu :

سبحان ربي العظيم وبحمده ثلاثاً

Bacaan Saat Rukuk Bahasa Indonesia Latin

subhaana robbiy al ‘azhimi wa bihamdihn (dibaca 3x)

Arti Bacaan Saat Rukuk

Maha suci Allah yang Maha Agung dan segala puji bagiMu

Selain bacaan rukuk diatas yang umum kita dengar dan pelajari. Zikir saat rukuk ternyata memiliki banyak variasi sesuai sunnah, berikut ini beberapa macam bacaan rukuk dari beberapa riwayat :

Macam-macam bacaan saat rukuk

Bacaan Saat Rukuk Pertama :

سُبحانَ ربِّيَ العَظيمِ (ثلاثاً)

subhaana robbiy al ‘azhim 3x

“Maha suci Allah yang Maha Agung”

(HR. Abu Daud 874, An Nasa’i 1144, dishahihkan Al Albani dalam Ashl Shifat Shalat Nabi, 1/268).

Bacaan Saat Rukuk Pertama :

سبحان ربي العظيم وبحمده (ثلاثاً)

/subhaana robbiy al ‘azhimi wa bi hamdihi/ 3x

“Maha suci Allah yang Maha Agung dan segala puji bagiMu”

(HR. Abu Daud 870, Al Bazzar 7/322, dishahihkan Al Albani dalam Shifat Shalat Nabi, 133).

Bacaan Rukuk Ketiga :

سبوحٌ قدوسٌ ربُّ الملائكةِ والروحِ

/subbuhun qudduus, robbul malaa-ikati war ruuh/

“Maha Suci Allah Rabb para Malaikat dan Ar Ruuh (Jibril)”

(HR. Muslim 487).

Bacaan Ruku Shalat Kelima :

سُبحانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنا وبِحَمدِكَ، اللَّهُمَّ اغفِر لي

/subhaanakallohumma robbanaa wa bihamdika, allohummaghfirli/

“Maha Suci Allah, Rabb kami, segala puji bagiMu. Ya Allah ampuni dosaku” .

(HR. Al Bukhari 817)

Bacaan Rukuk kelima :

اللهمَّ ! لك ركعتُ . وبك آمنتُ . ولك أسلمتُ . خشع لك سمعي وبصَري . ومُخِّي وعظْمي وعصَبي

/Allohumma laka roka’tu, wabika aamantu, walaka aslamtu, khosya’a laka sam’i wa bashori, wa mukhkhi wa ‘azhomi wa ‘ashobi/

“Ya Allah, untukMu lah aku rukuk, kepadaMu lah aku beriman, untukMu lah aku berserah diri, kutundukkan kepadaMu pendengaranku dan penglihatanku, serta pikiranku, tulang-tulangku dan urat syarafku”

(HR. Muslim 771).

Bacaan Ruku’ keenam :

اللَّهمَّ لَك رَكعتُ ، وبِك آمنتُ ، ولَك أسلمتُ وعليكَ توَكلتُ أنتَ ربِّي خشعَ سمعي وبصري ودمي ولحمي وعظمي وعصبي للَّهِ ربِّ العالمينَ

/Allohumma laka roka’tu, wabika aamantu, walaka aslamtu, wa ‘alaika roka’tu, wa anta robbi, khosya’a laka sam’i wa bashori wa dammi wa lahmi wa ‘azhomi wa ‘ashobi, lillahi robbil ‘alamin/

“Ya Allah, untukMu lah aku rukuk, kepadaMu lah aku beriman, untukMu lah aku berserah diri, kepadaMu lah aku bergantung, Engkau adalah Rabb-ku, kutundukkan kepadaMu pendengaranku dan penglihatanku, serta darahku, dagingku, tulang-tulangku dan urat syarafku, semua untuk Allah Rabb semesta alam”

(HR. An Nasa’i 1050, dishahihkan Al Albani dalam Shifatu Shalatin Nabi, 133).

Bacaan ruku ketujuh :

سبحانَ ذي الجَبَروتِ والمَلَكوتِ والكِبْرياءِ والعَظَمةِ

/subhaana dzil jabaruut wal malakuut wal kibriyaa’ wa ‘azhomah/

“Maha Suci Dzat yang memiliki Jabarut dan Malakut dan memiliki kedigjayaan dan keagungan”

(HR. An Nasa’i 1131, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i 1131).

Saat ruku’ kita membaca yang mana?

Hukum mengucapkan bacaan zikir diatas merupakan sunnah hai’ah. Dan ada ulama yang mengatakan sunnah muakkadah (yang dikuatkan). Bahkan Sebagian ulama lainnya berpendapat bacaan zikir dalam rukuk itu wajib.

Lalu bagaimana membacanya ?. apakah satu saja diantara zikir tasbih diatas itu cukup.?

Dalam hal ini Imam Nawawi al-Bantani berpendapat bahwa akan lebih baik bila menggabungkan bacaan zikir diatas, apabila waktu shalat mencukupi.

الأفضل أن يجمع بين هذه الأذكار كلها؛ إن تمكن، وكذا ينبغي أن يفعل في أذكار جميع الأبواب

“Yang paling utama adalah menggabungkan dzikir-dzikir tersebut semuanya jika memungkinkan. Hendaknya menerapkan hal ini juga pada dzikir-dzikir yang ada di bab lain”

Kitab Al-adzkar

Demikian, pembahasan kita pada kali tentang rukuk dalam shalat. dari gerakan, posisi ruku’ hingga bacaan dalam rukuk.

semoga bermanfaat, dan semoga saja shalat kita bisa lebih sempurna kualitasnya..

Wallahu a’lam bisshawaab..

(Alifbata)