Bacaan I’tidal

I’tidal merupakan salah satu rukun diantara 17 rukun shalat. yaitu gerakan badan bangun dari posisi rukuk ke berdiri sempurna dan memisahkan rukun rukuk dan sujud. disaat i’tidal disunnahkan untuk membaca doa pendek ataupun panjang yang sesuai sunnah. Yuk kita simak pembahasan tuntas mengenai cara dan bacaan rukuk yang shahih berikut ini.

Pengertian I’tidal dalam shalat

Sama sama kita ketahui I’tidal adalah rukun yang memisahkan antara rukuk dan sujud. Menilik pengertian secara khususnya, Imam Nawawi dalam Kaasyifatus Sajaa mendefenisikan i’tidal itu adalah kembalinya posisi orang shalat ke posisi sebelum ia melakukan rukuk.

Lebih lanjut Ulama Indonesia Banten ini menjelaskan bahwa kembali ke posisi sebelum rukuk yaitu apabila seseorang melakukan shalat berdiri, maka posisi kembali dari rukuk ke berdiri, dan begitu juga sebaliknya jika posisi shalat duduk, maka bangun dari rukuk untuk i’tidal posisinya tetap duduk, tidak berdiri, begitu juga untuk shalat dalam posisi tidur.

Syarat I’tidal

Seperti rukun shalat lainnya, rukuk sebagai rukun shalat ke tujuh ini juga memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi pelaksanaannya. Ada syarat-syarat melakukan i’tidal sebagai berikut :

  1. Tujuan bangun dari rukuk tidak ditujukan selain untuk i’tidak itu sendiri.
  2. Dalam melakukan rukuk wajib dibarengi dengan Tuma’ninah. Yaitu posisi tubuh tegak berdiri dalam keadaan diam dan tenang, minimal tuma’ninah dalam rukuk selama membaca kalimat tasbih “subhanAllah”
  3. Dalam pelaksanaan i’tidal durasinya tidak boleh melebihi waktu lamanya berdiri saat membaca surat al-Fatihah, karena i’tidal didalam shalat termasuk sebagai rukun yang pendek, dari itu tidak boleh untuk memanjangkannya.

Bacaan doa i’tidal

Setelah selesai melakukan ruku’, kemudian bangun untuk melakukan i’tidal, dibarengi dengan mengangkat kedua tangan sejajar telinga membaca :

Bacaan Doa I’tidal Bahasa Arab

ุณูŽู…ูุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุญูŽู…ูุฏูŽู‡ู

kemudian di ikuti dengan bacaan :

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู…ูู„ู’ุกู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูู„ู’ุกู ุงู’ู„ุงูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู…ูู„ู’ุกูู…ูŽุงุดูุฆู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู ุจูŽุนู’ุฏู

Bacaan Doa I’tidal Bahasa Indonesia

Bacaan saat bangun dari ruku’ :

SAMI’ALLOOHU LIMAN HAMIDAH

kemudian membaca :

RABBANAA LAKAL HAMDU MILโ€™US SAMAAWATI WA MIL’UL ARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.

Arti Bacaan Doa I’tidal

Arti bacaan ketika i’tidal bangun dari rukuk :

Allah mendengar orang yang memuji-Nya

Dan arti doa bacaan i’tidal sesuai sunndah:

Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.

Macam-Macam Bacaan I’tidal

Mengenai bacaan ketika bangun dari rukuk yaitu tasmi’ (samiโ€™allahu liman hamidah) dan Dan ada bacaan tahmid, yaitu mengucapkan: rabbana walakal hamd, ulama berselisih pendapat. yang mengatakan wajib adalah Ulama Hambali berpendapat bahwa tasmiโ€™ dan tahmid hukumnya wajib bagi imam dan munfarid. Namun bagi makmum hanya wajib tahmid saja. Dan jumhur ulama mengatakan bahwa membaca tasmi dan tahmid itu sunnah.

Berikut ini beberapa macam bacaan tahmid dan doa ketika bangun rukuk dan i’tidal :

Teks bacaan tahmid i’tidal :

1. ุฑุจู‘ู†ุง ูˆู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏ
Rabbanaa walakal hamdu

2. ุฑุจู‘ูŽู†ุง ู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏู
Rabbana lakal hamdu

Dari hadits yang diriwayatkan oleh abu hurairah :

ุฅู†ู‘ูŽ ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู… ู‚ุงู„: ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู…ู: ุณู…ูุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู…ูŽู† ุญู…ูุฏูŽู‡ุŒ ูู‚ูˆู„ูˆุง: ุฑุจู‘ูŽู†ุง ู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏูุ› ูุฅู†ู‘ูŽู‡ ู…ูŽู† ูˆุงููŽู‚ูŽ ู‚ูˆู„ูู‡ ู‚ูˆู„ูŽ ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉูุŒ ุบูููุฑูŽ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู† ุฐูŽู†ุจูู‡

โ€œRasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda: jika imam mengucapkan: samiโ€™allahu liman hamidah, maka ucapkanlah: rabbana lakal hamdu. Barangsiapa yang ucapannya tersebut bersesuaian dengan ucapan Malaikat, akan diampuni dosa-dosanya telah laluโ€ (

HR. Bukhari no. 796, Muslim no. 409).

3. ุงู„ู„ู‡ู…ู‘ูŽ ุฑุจู‘ูŽู†ุง ู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏู
Allahumma rabbana lakal hamdu

4. ุงู„ู„ู‡ู…ู‘ูŽ ุฑุจู‘ูŽู†ุง ูˆู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏู
Allahumma rabbana walakal hamdu

Dianjurkan juga ketika selesai membaca tahmid membaca doa saat i’tidal, berikut ini macam-macam bacaannya :

ุฑุจู‘ูŽู†ุง ูˆู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏู ุญู…ุฏู‹ุง ูƒุซูŠุฑู‹ุง ุทูŠู‘ูุจู‹ุง ู…ุจุงุฑูŽูƒู‹ุง ููŠู‡

robbanaa walakal hamdu, hamdan katsiiron mubaarokan fiihi

(Arti : segala puji hanya bagiMu yaa Rabb. Pujian yang banyak, yang baik lagi penuh keberkahan).

ุงู„ู„ู‡ู…ู‘ูŽ ุฑุจู‘ูŽู†ุง ู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏูุŒ ู…ูู„ู’ุกูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูˆุงุชูุŒ ูˆู…ูู„ู’ุกูŽ ุงู„ุฃุฑุถูุŒ ูˆู…ูู„ู’ุกูŽ ู…ุง ุดูุฆุชูŽ ู…ูู† ุดูŠุกู ุจุนุฏู
allohumma robbanaa lakal hamdu mil-as samaawaati wa mil-al ardhi wa mil-a maa syiโ€™ta min syai-in baโ€™du

(Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Allah segala puji bagi-Mu, pujian sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau inginkan lebih dari itu semua)

ุฑุจู‘ูŽู†ุง ู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏูุŒ ู…ูู„ู’ุกูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูˆุงุชู ูˆุงู„ุฃุฑุถูุŒ ูˆู…ูู„ู’ุกูŽ ู…ุง ุดูุฆุชูŽ ู…ูู† ุดูŠุกู ุจุนุฏูุŒ ุฃู‡ู„ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽู†ุงุกู ูˆุงู„ู…ุฌุฏูุŒ ุฃุญู‚ู‘ู ู…ุง ู‚ุงู„ ุงู„ุนุจุฏูุŒ ูˆูƒู„ู‘ูู†ุง ู„ูƒ ุนุจุฏูŒุŒ ุงู„ู„ู‡ู…ู‘ูŽ ู„ุง ู…ุงู†ุนูŽ ู„ูู…ุง ุฃุนุทูŽูŠุชูŽุŒ ูˆู„ุง ู…ูุนุทูŠูŽ ู„ูู…ุง ู…ู†ูŽุนุชูŽุŒ ูˆู„ุง ูŠู†ููŽุนู ุฐุง ุงู„ุฌูŽุฏู‘ู ู…ู†ูƒ ุงู„ุฌูŽุฏู‘ู

Robbanaa lakal hamdu mil-as samaawaati wa mil-al ardhi wa mil-a maa syiโ€™ta min syai-in baโ€™du, ahlats tsaa-i wal majdi, ahaqqu maa qoolal โ€˜abdu, wa kulluna laka โ€˜abdun, Alloohumma laa maaniโ€™a limaa aโ€™thoyta, wa laa muโ€™thiya limaa manaโ€™ta, wa laa yanfaโ€™u dzal jaddi minkal jaddu

Ya Allah segala puji bagiMu, pujian sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau inginkan lebih dari itu semua, wahai Dzat yang memiliki semua pujian dan kebaikan. Demikianlah yang paling berhak diucapkan oleh setiap hamba. Dan setiap kami adalah hambaMu. Ya Allah tidak ada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau halangi. Dan segala daya upaya tidak bermanfaat kecuali dengan izinMu, seluruh kekuatan hanya milikMu

Membaca kalimat tasmi’ dan tahmid ketika i’tidal itu memiliki banyak sekali manfaatnya. salah satunya riwayat hadits dari Abu Hurairah Ra yang artinya :

โ€œRasulullah shallallahuโ€™ alaihi wasallam bersabda: โ€˜Jika imam mengucapkan: samiโ€™allahu liman hamidah, maka ucapkanlah: rabbana lakal hamdu. Barangsiapa yang ucapannya tersebut bersesuaian dengan ucapan Malaikat, akan diampuni dosa-dosanya telah laluโ€™.โ€

(HR. Bukhari no. 796, Muslim no. 409).